.

.

Saturday, December 14, 2013

RASIONALITAS AL-QUR'AN SEBAGAI MUJIZAT PART 2

Melanjutkan pembahasan dari judul diatas, kali ini saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yg sangat nakal, dan sekaligus sebagai pembuktian bahwasannya Al-Qur'an benar-benar menjadi jawaban akan problematika hidup di zaman yg mulai menua ini. yang pertama, apakah semua agama tidak sanggup menjawab kebutuhan umat manusia,
& tidak lagi sesuai dengan zaman, sebagaimana Karl Marx : berkata semua agama adalah candu, padahal tesis Karl Marx hanya kepada 1 agama, dari kegagalan agama Grejani kala itu, masih ingat Tirani intelektual? ferdano keramikus gilaleo adalah tumbal dari Tirani intelektual itu, kaum grejani kala itu beranggapan Bumi sentris padahal hasil penelitian ternyata bumi Matahari yg sentris, ambifalensi antara faham Grejani dengan para ilmuan ini, tetapi karna grejani kala itu berkuasa, mereka dihukum bahkan dieksekusi dengan cara "DIBAKAR HIDUP-HIDUP" kemudian tirani ekonomi, dimana jemaat diharuskan membayar sebagian dari hartanya untuk kepentingan Tuhan Bapa diatas sana, tetapi malah digunakan untuk kepentingan pribadi kaum grejani, kemudian yg paling menyakitkan adalah tirani kepercayaan dengan dogma lisensi pengampunan dosa oleh "PAUS". jadi kayak apapun dosa manusia akan dapat diampuni asaaaalll.... mampu membayar atas nama A bin A  bahwa dosanya diampuni masa lalu, masa kini & masa akan datang dan akan duduk berdampingan dengan Tuhan Bapa disana.
Justru doktrin yg terkahir inilah menjadi pangkal haloganisme kebrutalan, semakin berani orang melakukan pelanggaran agama, Tohhh....nanti juga diampuni oleh tuhan, semakin berani orang merampok, Tohh...tinggal dibayar, semakin orang berani korupsi, Tohh...akan beres dengan duit, yg baik menjadi jahat. Pertanyaan yg ke-2 manusia yg bagaimana yg pantas beragama, apkah manusia kalau sudah cerdas tidak lagi membutuhkan agama, dalam artian lain agama hanya milik orang2 bodoh, orang2 terbelakang, lalu kesan agama adalah kesan keterbelakangan kesan kampungan. untuk menjawa ini diperlukan pengkajian secara objektif bukan subjektif (rasional bukan emosional) bahasan otak bukan hati "Mengapa"....
Jika pengkajian berdasarkan subjektif emosional/hati maka hasilnya adalah relatif dan semu alias kebenaran yg terbatas, semua agama benar menurut kepecayaan masing-masing, hasilnya relatif, tetapi kalau dikaji secara rasional objektif, tidak mungkin semua agama benar, pasti ada kebenaran mutlak diantara kebenaran nisbi pasti ada kebenaran objektif "umum" diantara kebenaran subjektif yg terbatas. baik..!! kita mulai pengkajian objektif ini dengan mencari jawaban "SYARAT-SYARAT TUHAN" jika Tuhannya Benar...maka Agamanya BENAR!!...

Pertama : teori Relatifitas, EINSTEIN terbatas oleh 4 dimensi, Ruang,waktu,daya & guna, selama selama terbatas oleh 4 dimensi ini maka selama itu disebut Alam raya. berarti syarat Tuhan yg pertama MUTLAK (Tidak terbatas) & relatifitas inilah menjawab pertanyaan2 nakal tadi, dimana, kapan, bagaimana, siapa yg menciptakan tuhan, kalau ada yg bertanya dimana? berarti terbatas oleh dimensi tempat, dan itu bagian dari alam, Tuhan tidak terbatas oleh dimensi tempat, Kapan? itu terbatas oleh dimensi waktu, Bagaimana? terbatas oleh dimensi wujud dan guna, lalu siapa yg menciptakan Tuhan? teori ini mengajarkan Jawabannya adalah Tuhan, yg menciptakan Tuhan, Tuhan. yg menciptakan Tuhan, Tuhan. yg menciptakan Tuhan, Tuhan. asal jawabnya tuhan pasti berhenti pada kata TUHAN!! atau dihentikan oleh Tuhan, berarti teori relatifitas manyatakan Tuhan Mutlak tidak terbatas, hanya alam lah yg terbatas.

Kedua-----Saya lanjutkan di Postingan Berikutnya :D hehehe
Maaf ya Terlalu panjang..nanti sodara Bosen Bacanya :D 
To be Continue......

3 comments:

  1. gak kepanjangan Ustad..
    cuma bahasanya tingkat dewa
    mesti diulang bacane ben paham
    apa efek q ne sing lemot y tad...

    ReplyDelete